Kontrol Kehamilan

Tahun pertama pernikahan, kami masih tinggal bersama mertua alias didaerah lingkungan suami. Setelah suami bertanya-tanya dengan beberapa temannya yang sudah berkeluarga tentang rumah sakit sekitar dan pengalaman mereka dengan dokter kandungan. Maka rumah sakit yang terdekat aksesnya dengan tempat tinggal menjadi pilihan kami. Selain itu, aku sepertinya merasa lebih nyaman dengan dokter perempuan dan untungnya jadwal periksaku di hari sabtu terdapat satu obgyn perempuan.

Pertengahan November, hampir satu bulan kami menikah, merupakan kunjungan pertamaku ke rumah sakit. Setelah tiba di rumah sakit, cukup kaget dengan antrian di poli kebidanan (aku di urutan belasan, hampir 20), padahal kami tiba cukup pagi, sekitar pukul 08.30. Harus atur strategi di kontrol berikutnya kalau begini, walau secara keseluruhan dari semua kunjunganku kontrol kehamilanku selama ini rata-rata aku menghabiskan waktu untuk mengantri selama 2 hingga 3 jam (termasuk mengurus di bagian asuransi).

Pada saat kontrol kehamilan pertamaku, karena belum jelas terlihat melalui usg 2 dimensi, perawat memasukkan alat melalui vaginaku, istilahnya USG Intravaginal, dan dokter memastikan aku telah hamil, kantung kehamilan sudah terbentuk dan kehamilan berusia 8 minggu. Resep pertama dokter berupa suplemen tambahan untuk ibu hamil dan resep untuk obat mual. Selanjutnya dokter meminta untuk kontrol rutin kehamilan dilakukan tiap 4 minggu. Walau setelahnya, selama aku merasa tidak ada keluhan berarti, aku tidak begitu teratur benar-benar kontrol tiap bulan sekali. Waktuku cukup terbatas (terkadang hari sabtu aku masuk kerja). Selama trimester pertama aku cukup sering ke dokter. Selain karena keluhan muntah mualku, terkadang untuk memastikan bahwa aku dapat berpergian dengan pesawat.

Aku merasa cukup nyaman dengan dokter kandunganku, walau dokter hanya berbicara seperlunya saja. Tetapi selama hasil periksanya si dede baik-baik saja, aku juga tidak begitu banyak tanya macam-macam, mengingat diluar sana antrian yang rata-rata para bumil sudah panjang….:D.

Oiya untuk urusan biaya kontrol kehamilan ini, karena pada awal kami belum tahu prosedur mengurus asuransi dari kantor, kontrol pertama dan kedua tidak dicover asuransi. Total konsultasi dengan dokter, administrasi dan usg dengan film sebesar Rp 225.000, sedangkan jika hanya usg tapi tanpa film sebesar Rp 155.000. Kontrol berikutnya aku sudah membawa surat rujukan dokter keluarga, sehingga hanya mengeluarkan biaya Rp 15.000 untuk administrasi. Untuk suplemen tambahan tiapĀ  bulan berkisar Rp 115.000.

Memasuki usia kehamilan 7 bulan, frekuensi kunjungan menjadi 2 minggu sekali. Kunjungan rutin hingga usia kehamilan 35 minggu, totalnya sudah 9x (2012: 17 Nov, 8 Des, 21 Des sedangkan di tahun 2013: 9 Feb, 16 Mar, 13 Apr, 1 Mei, 15 Mei, 29 Mei), selalu setia menunggu pangilan antrian..:D.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s